Kurikulum Berbasis Kasih Sayang
Pada dasarnya mengganti pola pikir adalah sesuatu yang
sulit, karena seorang manusia hidup sesuai dengan dimana dia dididik dan
dibina. Pola pikir orang yang hidup dijalanan tentu akan berbeda dengan pola
pikir orang yang ada di perkantoran. Bahkan mungkin dalam satu profesi pun pola
seseorang dengan yang lainnya tidak akan sama. Demikian halnya dengan seorang
guru. Guru adalah salah satu profesi yang saat ini banyak digemari oleh orang
yang hidup di Indonesia. Seorang guru yang baik mencerminkan kepribadian dan pola pikir yang bisa dimengerti oleh
siswanya. Seorang guru tidak hanya melulu tentang mengajar tetapi juga harus
bisa menjadi pendidik bagi siswanya. Tentunya mendidik dalam arah yang baik.
Pola pikir siswa harus dirubah, Guru dan Buku teks bukanlah
satu-satunya sumber belajar. Masih ada banyak jenis sumber belajar yang lain
yang tentunya bisa menunjang dalam proses belajar mengajar. Dalam hal tempat
belajar, kelas bukanlah satu-satunya tempat yang bisa digunakan untuk belajar. Tempat
atau lokasi lain seperti : perpustakaan, laboratorium, alam terbuka, dan masih
banyak yang lainnya bisa digunakan sebagai lokasi belajar.
Seorang guru boleh memikirkan target yang harus dicapai
siswa, itu adalah hak guru. Tetapi perlu diingat, hasil bukanlah satu-satunya
tujuan dari pendidikan, karena justru yang paling penting dari pendidikan
adalah bagaimana proses dapat berjalan. So, hasil itu nomer dua, yang
terpenting prosesnya. Guru yang bangga anak didiknya bisa juara olimpiade atau
juara yang lain padahal dirinya tidak pernah maksimal dalam memberikan
pengajaran, harusnya merasa malu karena tujuan pendidikan terletak bukan pada
hasil saja, melainkan proses yang dijalankan sudah sesuai dalam kegiatan
belajar-mengajar. Guru dan siswa adalah rekan belajar, tidak selamanya guru
yang selalu memberikan pertanyaan, melainkan siswa diajak aktif dalam
berdiskusi memecahkan masalah-masalah sederhana. Karena setiap siswa memiliki
keunikan masing-masing.
Jadi, mau berapa kalipun kurikulum akan diganti, jika pola
pikir para pendidik belum berubah ya tujuan pendidikan akan sulit untuk
diwujudkan. Apapun perubahan yang terjadi dalam kurikulum, kurikulum yang terbaik
adalah “Kurikulum Berbasis Kasih Sayang”.
Terimakasih telah membaca tulisan saya, semoga kita sebagai
pendidik bisa menjadi Guru yang Benar. Amiiiin.. Salam Guru Indonesia.
Penulis,
Vebriyan A.S, S.Si
Guru Matematika SMA

Leave a Comment